Thursday, March 29, 2012

Puisi Papua | Demi Satu Tujuan

 Demi Satu Tujuan

Sekian lama rasa resah yang datang
menghampiri tanpa kuharap
berharap saat ini hanya ilusi
tak nyata dalam kenyataan
namun semua fakta, bukan mimpi bunga tidur....

Demi satu tujuan.........
putaran waktu rubahkan semua
masih disini berharap ini berlalu
kami beraksi dengan cara kami
tiada terpaksa, ini panggilan jiwa
yang telah ada sebelum terlahir....

detik menit waktu yang berganti tak goyahkan
semangat! hilang ditengah lesu dan rendah nyali
melihat realita sesama kawan saling menjual
hilangnya idiologi terbeli ambisi hasilnya apatis
berdasar kosong yang searah.......

Semua demi satu tujuan.......
masih ada waktu, walau terasa lama
harapan tetap diatas, walau jalan berliku
aku.... kau, kita dan mereka adalah pelaku
bukan penonton, catatlah bagianmu didalam sejarah
baktikan cinta dalam bukti yang nyata untuk perjuangan


biarlah segala resah, rasa kita bersama hilang tersapu
tak tinggalkan ambisi, ego pecahkan tujuan kita
semakin kita sadari, semakin kita dapat  bersama melawan
ini fakta, bukan ilusi.....satu langkah di dalam perlawanan

merebut hak kesulungan yang kita miliki.................

semua demi satu tujuan, kebebasan sejati
diatas negeri penuh misteri
saat ini, masa kini dan masa depan anak cucu.........

 Maguwo, 29 Maret 2012
@PhaulHeger


Wednesday, March 28, 2012

Hidup Yang Tak Berpihak

Kemana mencari jika semua telah tiada
harapan terasa sirna, tertelan dalam gelap mata
ambisi telah melukai, amarah tersisa hanya tersimpan
tiada mampu berbuat, hanya ada decak amarah

Sudah tiada semua yang dicita-citakan
hidup yang terbebas tak lagi berpihak
hanya segelintir bahkan tak sampai satu dua
hidup sudah tak berpihak, berlari kaki terasa berat

Semakin banyak tanya tak ada jawab
semakin lama semakin terpendam
jauh melebihi dalamnya dasar laut
menunggu saat tiba waktunya

hidup semakin tak berpihak
kenyataan telah membuat kita berbeda
fakta membuat kita terlarut
siapa sih diriku, siapa sih dirimu


By. Phaul Heger
@Maguwo 2012



Puisi Papua | "Bintang Fajar" Bila Tiba Saatnya.....

 "Bintang Fajar" Bila Tiba Saatnya"

Masih tersimpan menanti waktu
Masih menunggu saat yang tepat
Masih diam tak beranjak
Masih ada saat yang tepat untuk  semua terungkap



Bila tiba saatnya tak ada batasan
Bila tiba waktunya akan terus diatas
Tak ada yang batasi dan berani melawan
Semua menjadi satu dalam jiwa yang membara

kini sekian lama masih tersimpan
walau generasi lama berlalu
kini generasi telah berganti
kaum muda bertambah, dipundakmu ingatlah
kaum tua biarlah beristirahat sejenak


Bila tiba saatnya nanti
Ditiang yang kokoh menjulang tinggi
Engkau berkibar dengan gagah perkasa
melambai seirama angin yang berhembus



Raga-raga yang telah hilang  walau tinggal dalam nama
jiwa-jiwa yang masih ada akan terharu menatap angkasa
engkau berkibar disana, menjunjung tinggi martabat
mewakili senyum rakyat bangsaku yang berjuang
demi selembar kain bernama Bintang Fajar...................

Free West Papua
Phaul Heger@Maguwo, 28 Maret 2012

Sunday, March 18, 2012

Puisi Papua | TIADA ARTI BERSAMAMU

TIADA ARTI BERSAMAMU

Semua telah hilang tersapu angin
semua telah musnah
tiada lagi harapan yang tersisa bersamamu
lenyap terbawa tak tersisa

kau yang dulu telah merebut diriku
kau yang dulu berbangga miliki diriku
kau hanya mengeruk isi yang ada didalam
kekayaan alam yang terus kau kuras
kau berikan lahan kepada yang tak seharusnya
kau berbagi yang bukan milikmu
kau atur seenaknya tanpa ada rasa bersalah
kau membunuh yang melawan

Hak hidup tertekan, didalam aturan yang kau buat
Hak kemerdekaan kau jajah walau terjamin dalam mukadimah
Hak politik terampas tanpa ampas
ambisimu melebihi dua kali lipat......


Tahun demi tahun berlalu tak ada banyak hal yang terjadi
Tahun demi tahun berlalu hanya kenangan goresan luka, suara-suara merdeka
Kau kejar dengan slogan separatis, kau tangkap bahkan penjarapun penuh
Diatas tanahnya sendiri harus diperlakukan dengan rasa tak adil

kini semakin jelas, tiada arti hidup bersamamu, tiada harapan denganmu
dan hanya akan tersisa kehancuran dan ketertinggalan yang kau sengajakan.....
cerita sejarah yang tak bisa kau lenyapkan, begitu saja....
cerita sejarah turun temurun, membuka mata generasi yang akan bangkit melawan
yang akan bersatu untuk mengusir engkau keluar dari tanah air ini............. 

Tercatat dalam sejarah, Negara telah terbentuk, 
Silahkan tinggalkan, keluar jauh biarkan kami
mengatur masa depan kami dengan cara kami sendiri.................

FREE WEST PAPUA

BENDERA WEST PAPUA
LAMBANG NEGARA WEST PAPUA


Thursday, March 15, 2012

Puisi Papua | Masih Ada

Masih Ada

Dibungkam dibawah aturan
Hak berkumpul dicurigai
Hak politikpun dirampas
Semena-mena diatas negeri bak tiada penghuni

Aturan dibuat jauh dari jakarta
Aturan lahir dari pusat
berlaku tak sesuai namun tetap dipaksa
melawan....dianggap separatis

Ini tentang hak sebuah bangsa
ini cerita perjuangan penuh derita
diatas tumpukan tulang belulang
kau urai dalam kematian tak jelas

Suara yang ada dihilangkan paksa
telinga tak mendengar walau suara nyata
teriakan yang lain di jawab yang lain
aneh semakin aneh.................

seribu kali cara coba kau pakai
semakin kau tindas tak akan hilangkan
kami telah bertumbuh, bukan menjadi tunas
tetapi pohon yang besar menjulang tinggi

tak mudah kau patahkan, ini bukan soal satu dan dua
tetapi ini soal makhluk hidup diatas negeri yang telah kau rampas
kami masih ada, kami masih ada....kami akan bangkit melawanmu
caramu tak mematikan semangat kami......

kami akan terus berjuang hingga kami meraih cita-cita kemerdekaan kami.......

Phaul Heger @Maguwo,3 Maret 2012

Ikuti Diriku

Yang ada diantara yang terpikir olehku
yang hadir disaat aku berkata
yang keluar saat aku berkata
semua tentang diriku


sejauh langkah, pikiran yang melayang
terlahir dan tersusun ikuti kata hati
yang tak terpisahkan oleh titik dan koma
diriku dengan caraku, ini pikiranku

ikuti dan ikuti yang terpikir olehku
masuki ruang saat bersama didalam asa yang ada
kau yang selalu ada untukku, jadi tempat tercurah
untuk segala rasa yang terlewati

ku ingin bagian dalam ceritaku dapat kau simpulkan
ku ingin setiap maksud kata terurai dapat kau simak
bukan maksud melebihimu, namun ku ingin kau ikuti diriku
ikuti dalam segala ruang yang ku ikuti

dalam lintasan kita bersama bergerak
kuingin arah tujuan tetap satu dan tetap
ikuti dalam semua alam pikiranku
yang ku ingin kau mengikutiku dalam segala hal..................

Phaul Heger @Maguwo, 14 Maret 2012


Monday, March 12, 2012

TERSAKITI RAGA

hidup ini sudah tak ada arti
hidup ini hanya sebentar
masa singkat yang tak terasa
namun semakin terasa perih

tanpa kebebasan yang kami miliki
ikut merdeka didalam penjajahan
rasa yang digemborkan tak sama
kami hanya hidup dengan raga teraniaya


bayang harapan hanyalah mimpi yang tak nyata
bayang kebebasan seakan telah mati
kita hidup bersama tetapi penuh kepalsuan
kita hidup bersama tetapi berbeda idiologi



aku papua, bukan indonesia
aku papua sejarahkupun berbeda
kemerdekaanmu kau paksakan untuk jadi bagianku
tetapi kemerdekaanku berbeda denganmu


hanyalah jiwa yang akan terus bangkit,
hanyalah semangat yang terus ada didalam jiwa
sedangkan ragaku telah kau sakiti
ragaku telah kau batasi didalam jeruji gelap



tak ada suara hanyalah jerita dalam doa
tangisan dan harapan pada pencipta
tersakiti raga karena satu tujuan suarakan kebenaran
semakin kau bungkam raga, jiwa semangat merdeka semakin berkobar

kami tak takut padamu wahai penjajah,
semakin kau bantai, semakin kau tindas
semakin nampak pula ternyata kau belum dewasa
kebijkanmu telah salah dalam tindakan

kejahatanmu akan terbalaskan..............


By. Phaul Heger
@Maguwo 2012

Terlena Dalam Buaian

Telah kau lalui semua didalam kehidupan
Telah kau jalani semua ditiap waktu
rasa bersama di dalam satu kesatuan
kepalsuan tak kau tahu

Dirimu telah terlena didalam buaian harapan kosong
mimpimu seakan indah dalam tidur
tetapi kenyataan tiada.........
hanyalah penderitaan panjang rakyatmu
semakin terbelenggu didalam ketidakadilan


kau harus sadari, kau harus pahami
ini tanggung jawabmu, mengapa kau biarkan
mengapa berdiam, dan terus berdiam
menjalani hari bersama mereka

ingatlah kawan, kita tak sama seperti mereka
ingatlah kawan, kita bersama tetapi berbeda
perbedaan itu bukan karena kita berbeda warna
tetapi kita masih terjajah oleh mereka...........

sadari, bangkit dan lawan
dipundak kita generasi penerus
terletak tanggungjawab untuk berjuang
membebaskan rakyat dari tangan penjajah..............

Wednesday, March 7, 2012

Pergilah Kau

Pergilah kau, pergi dariku.........
semakin ku rasakan jiwaku terbakar
semakin kurasakan amarah memuncak
aku diam hanya bisa melihat
aku diam hanya bisa biarkan

tanpa mampu melangkah, tanpa mampu melawan
tak mungkin.... itu rasa yang hadir, 
walau kenyataan didepanku telah hadirkan luka


perih menusuk, rasa dijiwa, darah berdesir
negeri penuh damai telah kau nodai,
negeri dengan sejuta misteri telah kau rampas
yang bersuara kau tindas, kau bunuh
raga tak berdaya jiwapun semakin terhina

ini negeriku, kau datang hanya untuk merampas
ini tanah airku, kau hadir hanya untuk merusak
kau penjajah berkedok seribu rupa
 kau penindas dengan hukum keberpihakan



diatas tulang belulang rakyat 
yang terbantai di atas negerinya sendiri
menangis air mata tak ada akhir
mugnkin semua ini akan terus berlanjut 
dan akan berakhir jika kau telah pergi..

akan terus ada perlawan, hingga kau dipaksa pergi
tinggalkan tanah air kami, west papua...........


 

kesepianku

sempat terpikir dalam benakku
sempat hadir keraguan
sempat hadir begitu banya tanya
tentang cerita kisah cinta cinta


telah lama kita jalani
telah lama kita bersama
telah lama cinta di hatiku dan hatimutejalin
lalu haruskah semua itu berakhir ?

ku tatap jauh rembulan disana
tak ku lihat bintang, menemani rembulan
ku sendiri disini tanpa dirimu sayang
kesepian dalam kesendirian

hadirmu mengubah segalanya
hadirmu membuat diriku bergairah dala menatap masa depan
jika kini kau ingin pergi dariku, tegakah dirimu?
jika memang itu keputusanmu, kan ku terima semua.............

Maguwo, Maret 2012