Thursday, March 7, 2013

Coretan Malam di Sudut Kota Kolonial.

Muramnya negeri ini
Lihatlah, jangan hanya satu sisi
Lihatlah, jangan di barat tetapi timur juga
Mungkin suara itu hanya samar
Terdengar sesaat kemudian reda
Itu bagimu tetapi tidak bagi kami ditimur

Dipaksa sejak saat itu 1963
Harus bersama setengah abad
Namun tak sejalan bahkan tak seirama
Ibarat lirik lagu tak berirama
Bagimu terdengar merdu tetapi sumbang ditelinga kami


Dibarat persoalan partai
Ditimur persoalan harga diri
Dibarat demokrasi penuh sensasi
Ditimur demokrasi dibungkam
Memang antara barat dan timur
akan selalu ada perbedaan

Walau perbedaan itu indah dan
nampak menyatukan tetapi tak selamanya.
Sudah waktunya bagi negeriku Papua 

Untuk mandiri, mengambil sikap

Merdeka dan berdaulat diatas tanah airnya.


By. Phaul Heger
@Renungan Malam di Sudut Kota Kolonial.



Artikel Terkait