Friday, April 10, 2015

Harapan Kita Merdeka

Terpaksa kami jalani hari hari yang ada.
Ingin sejenak untuk pergi tak kembali.
Biar musnah semua mimpi ini ditelan waktu.
Kisah tanpa kasih, Cerita Penuh duka.
Bertanya pada malam sedang siang juga sama...
Ingin berontak...
pastilah dilayani timah panas.
Ingin bertanya
sudah pasti jawaban pembungkaman...
Terasing bagai ditanah orang.
Terasing bagai diperantauan.

Adakah masa untuk menanti berakhir?
Biar secercah harap bertumbuh
Biar ada senyum mengembang walau getir
Setidaknya kami sudah bebas.
Harapanku,
harapanmu dan
harapan kita bersama
untuk merdeka, bebas tanpa penjajahan.

@Sudut Kota
PhaulHeger
11 April 2015

Thursday, April 2, 2015

Negara Membungkam

Masih tersimpan jelas tragedi kemanusian, nyawa generasi yang mati atas nama perjuangan.
Disini... didalam catatan paling dalam dari hati. Diam dan tenang hanya hembusan tanpa kata.
Merenung memikirkan...
Semua niat baik terkesan hampa.
Semua cara baik hanya berlalu
Negara meredam atas nama persatuan. Bahkan disamakan dengan teroris.
Yang membantai, yang mengebom, yang menghancurkan kelompok minoritas dibiarkan, yang menggunakan agama sebagai tameng alasan pemaksaan kehendak dibiarkan merajalela.
Negara membungkam, diam seribu alasan....
Bagaimana mungkin membiarkan nyawa mereka yang berjuang atas nama hak kemerdekaan bernegara dihilangkan... Memaksa atas nama pembangunan merusak tatanan kehidupan berbudaya....
Kami menolak mereka memaksa...
Kami merasa, kami jalani dalam keseharian..
Negara yang tak melindungi rakyatnya, negara yang terus mengabaikan semua aspirasi...
Mengapa....
Mengapa....
Negara membungkam suara kami...

By. Phaul Heger
@Dupiad 2/4/2015