Wednesday, August 26, 2015

Papua yang Merdeka


Mentari masih terus menyinari
Perbukitan yang indah
Lautan yang membiru
Malam masih ada
Bahkan bulan masih Nampak

Papua…

Diatas tanah ini kepiluan yang terasa
Saat peluru memberondong
Terpekik suara histeris
Kagetkan malam dan terjaga

Ohh….

Mimpi buruk selama bertahun kita bersama
Masih saja terus membayangi
Dalam kenyataan demi kenyataan
Gelora dijiwa, ragaku gemetar
Tekad dan amarah menyatu
Memaksa untuk bertindak


Hai Negara? Begitukah sikapmu
Dalam memaksa kami rakyatmu untuk diam?
Mengikuti keinginan nafsumu?

Sudah, sudahlah cukup!
Biarkan kami untuk menentukan masa depan kami sendiri
Papua yang damai dalam kemerdekaannya.


Papua  yang Merdeka

Phaul Heger
Sudut Kota – 25 Agustus 2015

Monday, August 10, 2015

Adakah keadilan bagi negeriku?


Adakah keadilan bagi negeriku?
Ketika kulihat berbagai persoalan semakin menumpuk
Ketika pelanggaran demi pelanggaran terus terjadi
Ketika tekad mempertahankan mengorbankan sipil

Adakah keadilan bagi kami yang menjadi korban ?
Ketika hak-hak ulayat dirampas atas nama pembangunan
Ketika lahan-lahan berburu berganti menjadi perkebunan sawit
Ketika kayu damar dibawa pergi ?

Jika integrasi kami adalah final mengapa masih dipandang sebelah mata?
Nyatanya negara masih bersembunyi dibalik kata palsu persatuan.
Negara mengikat dengan slogan harga mati
namun kenyataan kamilah yang ditembak mati
Mengapa kami harus terus dianiaya
Dipaksakan menjadi sama, walau kenyataan berbeda

Berbeda tetaplah berbeda
Yang palsu akan terungkap
Yang benar akan menjadi nyata
Dan keadilan bagi kami akan terwujud
Bukan dengan kalian tetapi ketika negara kami berdaulat.

Papua Tetap Merdeka!
Phaul Heger
@KMS, 10 Agustus 2015