Friday, September 30, 2016

Selamat Jalan Kawan


Hidup terasa begitu singkat
Kemarin kau nampak sehat
Tak ada tanda bahkan firasat
Saat berbagi cerita yang singkat

Siang tadi kudengar beritamu
Ajal telah menjemputmu
Kembali kepada sang pencipta
Malam ini kau terbaring kaku

Oh kawan....kan kukenang
Kita bersama telah mengukir sejarah
Diatas jalanan kota walau dihadang
Untuk sebuah nasib bangsa

Semangat itu tetap ada
Jasadmu tiada namun namamu tergores
Dikenang kawan segaris

Selamat jalan kawan Jerry

By. Phaul Heger
Kms 30 September 2016

Thursday, September 29, 2016

Sial, Puisi Dicopas Diganti Nama Lagi


Mengisi waktu sambil browsing browsing tentang puisi trus ketemu sama judul judul puisi yang tidak asing alias sa pu hasil karya.

Awalnya senang dishare diblog lain juga. Intinya bagian dari mendukung perjuangan dengan tulisan. Baik artikel umum maupun dengan sastra puisi dll.

Dibagian akhir dari isi puisi itu yang sa sangat geram. Masa diakhir tulisan ditulis karya dan namanya sedangkan jelas tulisan atau puisi itu karya saya.

Adooh parah ini. Kurang kreatif namanya. Jangan hanya copy paste lalu ganti nama sesuka hati. Ko bisa dituntut. Trabaik pake cara begitu kawan.

Sa pu harapan kawan kawan yang suka berbagi silahkan saja tapi tetap harus menghargai karya orang. Sertakan link sumber dan juga penulis puisi.

@dmin
2016

Wednesday, September 28, 2016

Baku Tipu Disana


Disana didepan pertemuan bangsa bangsa
Cerita kelam tentang sebuah negeri masih ditutupi
Katanya sudah sejahtera adil makmur
Bahkan pelanggaran ham sudah diatasi

Tapi mana? Hanya baku tipu
Mereka terusik saat bangsa yang menghormati ham
Bersuara berdasar fakta tentang hak merdeka.
Negeri itu diduduki setengah abad dengan kedok pembangunan.

Papua, surga yang terampas
Melanesia belum bebas bila Papua masih dijajah.
Indonesia...
Baku tipumu hanya menambah deretan catatan
Bangsa penjajah ditanah yang diduduki.

By. @Phaul Heger
SDK Akhir September 2016

"Sepanas terik mentari demikian pula semangat perjuangan bangsa Papua untuk merdeka"

Tuesday, September 27, 2016

Generasi Buta


Generasi Buta Sejarah

Termanja pada kemajuan teknologi
Bebas mencari pembenaran tanpa pembuktian
Berambisi tanpa melalui proses per tahap
Senang dipuji dalam tulisan bukan ungkapan

Sejarah bukan lagi suatu keharusan
Sejarah sekedar mengetahui peristiwa masa lalu
Lebih menguasai deretan aplikasi baru
Yang diluncurkan sipemilik....

Terbeban pada kouta makin apatis disesama
Menyapa distatus abaikan pertemuan nyata
Makin menjadi jadi dan lupa asal muasal
Semua serba searching google

Teknologi yang maju
Generasi yang buta
Teknologi yang hebat
Rakyat disisi lain makin melarat

By. @Phaul Heger
SDK Akhir September 2016

Friday, September 23, 2016

Bendera Kita Tetap Sama


Bendera kita masih tetap sama
Bahkan tujuan dan pilihan perjuanganpun satu
Menuju puncak dengan usaha
Walau ditantang sang penjajah tak tahu malu.

Bendera kita masih tetap sama
Suara pekikan menderu lantang
Menuntut dari ujung keujung
Sampaikan maksud pada bangsa bangsa merdeka

Bendera kita masih tetap sama
Untuk sebuah masa ketika terbebas
Tanpa kerakusan dari si perampas
Kita bangsa merdeka dan harus merdeka

Bendera kita masih tetap sama
Bunyikan genderang perang
Lagukan tarian semangat dipelosok negeri
Bangunkan yang tertidur bisu

Bendera kita masih tetap sama
Pertahankan kedaulatan tanah air
Bangsa dan negara tercinta
Yang diperjuangkan dengan penuh susah payah

Bendera kita tetap sama yaitu Bintang Fajar.
Merebut yang seharusnya...dan melawan untuk kebebasan.

Papua Tetap Merdeka

@phaul heger
SDK September 2016

Sunday, September 18, 2016

Goresan Rindu


Pena bergerak kertas tercoret
Perasaan diungkap dalam kata
Merangkai dalam setiap goresan
Kata hati untuk sebuah rindu

Cinta derita hati tanpamu
Resah semakin lama ditinggal pergi
Ingin berbagi rasa tentang keluh
Tak sama, padamu ku bebas

Memang jarak ini memaksa
Terhubung dalam media
Saling sapa tapi fisik jauh
Sama saja hampa tanpamu

Rindu dan rindu bersemayam
Mengharap bersua
Lekaslah.... cinta pulang padaku
Hanya itu harapku diakhir goresan

@Phaul Heger
September 2016

Wednesday, September 14, 2016

Curhat: Perjuangan Ibarat Membangun Rumah

 
Ini perjuangan seperti apa dan untuk apa? membangun sesuatu yang besar untuk masa depan generasi ataukah hanya untuk sekedar menuliskan dan menitipkan nama pada sejarah agar terus dikenang oleh generasi.

Ibarat sebuah rumah yang telah dibuat pondasinya, rumah itu telah direncanakan dari waktu ke waktu belum juga diselesaikan. Apa penyebabnya? apakah ada gambar yang masih salah dalam hitungan. Ataukah ambisi para tukang bangunannya dalam mengerjakan. Mereka saling ego menunjukan skill yang dimiliki. Rumahpun masih dalam kondisi berpondasi tetapi belum juga dilengkapi dengan tiang-tiang penyangga atap.

Mungkin butuh bahan bangunan yang kuat, atau semen yang bagus. tetapi pemikiran menyangkut bahan juga masih penuh rerorika dan ambisi serta ego yang makin silang menyilang.
Penghuninya menunggu dalam ketidakberdayaan; menunggu para penagambil kebijakan dan keputusan duduk bersama merumuskan bentuk dan susuanan juga hitungan yang tepat agar rumah itu tetap kokoh tak goyah oleh badai.

Hey tukang-tukang yang hebat, merendahlah dan jangan lagi saling sikut, mainkan dan kerjakan bagian masing-masing. Buatlah sesuai dengan apa yang kau ketahui, koordinasikan dengan tukang bagian rumah yang lain. Dapat dipastikan rumah besar yang diinginkan akan segera jadi dan siap untuk dihuni.

 Sent By. +Phaul Heger 

Pagiku, Sudut Kota


Mentari pagi tlah bersinar iringi langkahku
Beranjak sejenak dari rutinitas tak biasa
Mencoba tenangkan pikiran dari ambisi
Hingga berjalan dikesunyian pagi

Ku telusuri jalan hening nan panjang ini
Melangkah tanpa arah yang pasti
Biarkan kemana ayunan kaki bergerak
Kuikuti dan ikuti hingga perhentian

Ilustrasi didramatisir
Ambisi positif dipolitisir
Semua mengarah pada kesia-sian
Oh hidup yang singkat untuk minggat

Tersadar...
Kehidupan selanjutnya menanti
Sudahkah aku dijalan kebenaran?
Pikiran menerawang tubuh bergoyang
Kaki masih tetap terayun ketujuan

Pagiku...
Sudut kota nan sepi
@phaulheger
September 2016