Wednesday, June 12, 2013

Hidup Negara Papua

Awalnya yang kami mau
Awalnya yang kami inginkan
Awalnya yang kami harapkan
Semua berada diawal
Adalah suara-suara kami didengar

Setelah sekian lama kau redam
Setelah sekian lama kami ditindas
Setelah sekian lama kami dianiaya
Dan setelah semua itu terjadi

Kini tak mudah kau hapus cerita itu
Kini tak bisa kau anggap itu mimpi
Waktu akan nyatakan semua ini
Bahwa kebenaran akan sejarah ada
Papua pasti Merdeka!

Akhirnya kau harus pergi
Akhirnya menanggung malu
Akhirnya harus bertanggung jawab
Akhirnya selamanya kita terpisah
Akhirnya hidup negara Papua

Free West Papua
Hidup Negara Papua.
One People One Soul

Phaul Heger
@SUdutKota
11/4/2015

Tuesday, June 4, 2013

Kata Dalam Gambar - Papua

Satu Suara Ambil Sikap, Takut Buat ? Ko Bikin ah Ko Pu tanah mo....... Papua Merdeka!!!

Jangan Tangisi Kesalahan Tetapi Tersenyumlah........

 Visi Tanpa Aksi adalah Mimpi disiang bolong,  aksi tanpa Visi adalah mimpi buruk. Maka Teruslah Beraksi sampai Papua Merdeka.
 Kami berjuang bukan soal makan dan minum tetapi tujuan utama perjuangan kami adalah merebut Kedaulatan Negara West papua






Kata Dalam Gambar

Kata dalam gambar, "Cuma Ko Saja, Trada Yang lain Lagi".


Cuma ko saja, trada yang lain lagi








Sa disini, Ko disana Sungguh ade, rindu ini Tak tertahan lagi...
Resep Cinta




Monday, June 3, 2013

Sa Tetap Tunggu Kenyataan

Pagi ini....Sa coba paksakan pena bicara
Tentang apa yang skarang sa rasa
Sa paksakan tinta untuk mengukir huruf
Biar tra seindah ukiran Asmat
Yang penting dong dua bisa
Coba gambarkan rasa yang ada dalam sa pu jiiwa

Sungguh mati !!!!
Sa tra ingin angin lalu  saling sapa di dunia maya
Yang sa inginkan cuma kenyataan polo sa pu badan
Yang sa mau cuma kenyataan yang bikin tenang sa pu jiwa

Sayang seribu sayang...
Macam keinginan ini tinggal keinginan saja kaaaaa
Sa tra bisa menyangkal
Kadang-kadang ada hadir rasa bimbang
Walau sa coba percaya diri

Dalam keadaan bimbang dan ragu
Dalam sa pu kesendirian
Sayup-sayup sa dengar Kk pu suara...
"Ade sayang.....sabar,sabar dan sabar
Waktu itu pasti akan tiba
Kitong pasti akan jumpa
Bukan lagi lewat telp atau FB
Bukan lagi lewat media elektronik,Ade
Tapi perjumpaan yang nyata
Percaya selalu bahwa Kk selalu cinta Ade.."

Di sini sa selalu menunggu waktu itu
Di sini sa selalu berharap dan berdoa
Di sini sa selalu tabah biarpun sebenarnya terlalu berat

Kadang kala sa lewati hari-hari dengan air mata
Karena sa rasa kesepian walau di sana sini rame
Kadang memang sa menangis walau trada air mata menetes
Karena sa rasa sa pu jiwa merana
Walau segala-galanya ada
Sa rindu Kk dan sa pu sodara dorang semua
Sa rindu sa pu TANAH dan BANGSA

Dalam kerinduan ini
Hanya ada satu tekad
Yang selalu bikin sa nekat
Sa tetap akan bertahan
Sa tetap akan setia
Sa tra akan tergoda sedikitpun
Biarpun ada 1001 manisnya rayuan dunia barat

Yaaaa.....
Sa harus mampu
Sebab yang sa tunggu cuma 1
Yakni tibanya waktu itu
Waktu di mana bayangan ini jadi kenyataan

Hari ini sa mo kastau bahwa
"Sa tetap tunggu kenyataan itu,Kk."


Venlo
Akhir April 2013
Di samping sa pu jendela kamar
Awali pagi yang indah di Musim Semi.

Catatan : Sandaun-Mixim-Westpa

Sunday, June 2, 2013

Tangisan Papuaku

Tanah ini milikku, hutan ini milikku,
gunung dan lautan ini pun milikku.
Aku dilahirkan dan dibesarkan disini..
Canda, tawa dan hidup rukun semuanya tercipta disini.

Tapi mengapa...
"kau" datang dan merampas segalanya..?
Merampas hak milik ku,
merampas kebahagiaanku dan saudara2ku?
Menindas ku di tanah ku sendiri.
Apakah karena warna kulit ku yg berbeda denganmu?
Apakah karena rambut ku yang tak selurus rambutmu?
Sedikit demi sedikit hartaku kau rampas..
Satu per satu nyawa saudaraku kau renggut..
Tanahku yang subur dan kaya,
kini berubah menjadi lautan air mata dan ketakutan..

Wahai penguasa negeri ini, dimana tanggung jawabmu?
mengapa kau biarkan kami seperti ini?
Kami tak menginginkan harta, kami tak menginnginkan dunia.
Sagu dan ubi dari tanah kami saja sdh cukup..
kekayaan laut dan hutan kami sdh sangat lebih dr cukup.
Kami hanya ingin bebas dari penindasanmu,
kami hanya ingin hidup tentram di tanah kami.

Karena Aku Papua dan selamanya Aku tetap Papua.


By : S. Korowa

Copas : Catatan Facebook

Friday, May 31, 2013

LARA SANG BUNDA


Ketika  Aku berdiri diketinggian  nurani ku ….
Tampak olehku
seorang laki-laki tua berkeriput tengah duduk diam .. sudut bibirnya gemetar menahan tangis
sementara sang bunda yang menumpuk kayu pada tungku api nya  pun
tak henti mengusap kedua matanya…..
anak laki-laki mereka yang baru tumbuh dewasa telah mati…
jejak alas kaki yang tertinggal dihutan itu memberitahukan siapa sang pencabut nyawa anak laki-laki mereka…..
ada luka menganga didadanya..menembus lorong nyawa anak manusia itu
tak mungkin segumpal kepalan tangan jantung anaknya berberdetak lagi
anak  laki-lakimu tak mungkin   kau lihat.. sudah membusuk …
kami meninggalkannya ditepi kali  yang deras itu..
pilu..  ketika berita duka itu diterima…
sang pembawa beritapun tergesa-gesa menembus malam dan hutan
pergi karena tak mau  bertemu sang pencabut nyawa tak berperasaan …..
seuntai kalung manik-manik merah, biru, putih ditinggalkannya  diujung pintu..
itu kalung anak laki-laki mereka …….



Dan di ketinggian nurani ku juga …
Aku lihat .. anak  pemberani yang malang ini menangisi masa mudanya
Biarpun aku hidup aku terpasung derita karena aku dilarang berbeda
Aku pemillik nama ayahku yang dikejar-kejar  dulu hingga kini aku pun mengikuti jejak ayahku
Aku tidak bebas.. tapi mati seperti ini pun bukan pilihan ku


Maafkan aku bunda karena kematian ku yang seperti ini
telah merobek rahim mu yang suci ciptaan Tuhan ...
Maafkan aku karena tubuhku yang kau besarkan dalam cinta
Remuk dan membusuk ditangan seorang laki-laki yang juga memiliki seorang bunda seperti mu
Bunda aku kedinginan dan sangat kesakitan  pada waktu roh jiwaku meninggalkan aku
Aku rebah keatas tanah , setelah Aku berdiri gagah dengan kedua kakiku…
Kedua Kaki ku yg  dulu kau hangatkan dengan telapak tangan mu yang kasar karena berkebun
Telapak  tangan mu yang mulai keriput karena usia mu
Aku ingat dalam cinta mu kau bertutur ..
ketika dingin menyergap karena embun yang turun  ke atas rumah kami
Kau memelukku  dalam kasih yang tulus dan menghangatkan tubuh kecil ku
Sampai Aku terlelap dalam  damai  yang meneduhkan jiwa…

Dan masih dari ketinggian nurani ku
Aku melihat sang anak mengusap  ujung sarung bundanya
juga menyentuh dengan lembut pundak sang ayah yang keriput kecoklatan itu
sambil berjalan munuju pintu rumahnya … ia pun menoleh sejenak
dan…. Berlalu dalam malam yang pekat diantara kabut tipis yang mulai turun   
sang anak pun berlalu dalam sunyi yang abadi
sementara aku
aku akan terus berdiri di ketinggian  nurani ku
untuk melihat dan bertutur kepada mereka yang masih bernurani  ……………… 

Alm.Victor Kogoya

Alm.Mako Tabuni & Hubertus Mabel


(kawan-kawanku Roh dan jiwa kalian tetap bersama kami dalam Perjuangan bangsa West Papua)

Catatan dari kawan Chemunes YomanakFacebook

Sunday, May 19, 2013

Omong Kosong

Kau terlalu memaksa sedang aku terpaksa
Kau terlalu berambisi sedang aku tersiksa
Usiaku muda saat kau memaksa ikut dengamu
Kau tak tau apa-apa tentang aku
Kau hanya bisa dengan cerita tahayul jadikan aku milikmu
Kau terus dan terus berlaku tanpa adil
Kau memulai dengan cara-cara yang picik dan licik

Kau jadikan aku hanya sebagai budak sedang tambangku kau gadai, Hutanku kau gunduli.
Kau tak buat untuk merdeka tetapi malah menindas
Kau menjajah aku tapi pada mereka kau berkata membangun
Kau katakan bebaskan aku tapi itu hanyalah peralihan penjajahan
Kau dengan segala langkah merebut aku, memaksa menyebut engkau pertiwi
Kau katakan, aku bak anak yang terhilang sedang kau tak ku kenal sejak dahulu
Kau dan kau, lagi-lagi kau...... dengan segala OMONG KOSONGmu
Kau dan aku tak akan bisa bersatu untuk selamanya
Karena KAU TERLALU BANYAK OMONG KOSONG;
Jelas kau memang bukan dari kumpulanku.


By.Phaul Heger
@Ugd 24


Catatan Malamku

Terasa berat harus mulai dari mana
Coba kurangkai serasa sulit
Ada kata terselip tak bermakna
Serasa hampa jauh dari arti

Ah masa bodoh
Haruslah bisa, bila kuingin
Terus saja kutata kata demi kata
Tentang sebuah perjuangan
Tentang diriku,atau tentang mereka


Hidup memang penuh arti
Ada perjuangan untuk pribadi
Ada perjuangan untuk bangsa
dan Perjuangan untuk sebuah masa depan negara 

Disini aku melangkah dengan perjuanganku
Disini aku bebas walau ada batas
Disini aku jalani kehidupan untuk sementara
Disini dan disini........

Malam makin larut, jalan pikirpun buntu
Masih banyak hal terlintas tapi ku tepis
Sudahi dulu.......,
Mungkin disuatu saat nanti akan ku gores segala rasa tentang hidup.

By. Phaul Heger
@UGD 24
Concat Jgj


Monday, May 6, 2013

Kau Ingkari Janjimu


Raja siang telah meninggalkan planet bumi
Bertanda hari mulai gelap
Semua aktivitas makhluk di bumi berhanti

Pertigaan jalan tiada yang lalu-lalang
Tempat orang lewati menjadi sunyi
Di situlah yang berada kau dan aku

Tidak ada saksi
Kau berjanji dengan menunjukan
Muka senyum meyakinkanku

Janjimu…..
Kau dan aku Satu
Setia sampai ajal menjemput

Janjimu lama di makan usia
Janjimu pasti kau lupa
Janjimu kau ingkari

 By. Dogomo Agus -
(Tanah Jawa, di bawah lereng Gunung Merapi, 15/10/10)
Catatan Facebook

Thursday, May 2, 2013

Mati atau Merdeka?

Mati atau Merdeka?

Jika kita diam, kita semua akan mati. 

Jika kita Merdeka, maka kita akan hidup.

Jadi mari gabungkan diri Anda 

dengan saya untuk 
perjuangkan nasib kita bersama.

(( Free West Papua ))


Jangan Takut, Jangan Ragu

DENGAN SENJATA MEREKA MEREDAM SUARA KEMERDEKAAN
MEREKA SADAR TAK BISA PATAHKAN TUNTUTAN KEMERDEKAAN
MEREKA TAHU MEREKA SALAH, TETAPI DIDALAM KESALAHAN ITU
MEREKA BERUSAHA UNTUK MENUTUP PINTU HATI MEREKA

JANGAN TAKUT, JANGAN RAGU
50 TAHUN SUDAH BERLALU BERSAMA MEREKA DIDALAM KEPALSUAN
SUDAH WAKTUNYA BABAK BARU DIBUKA,
BABAK KEBEBASAN
UNTUK MEREBUT KEMBALI KEDAULATAN NEGARA YANG MEREKA KLAIM
UNTUK MEREBUT HARGA DIRI YANG TERINJAK-INJAK
UNTUK MEMBANGUN NEGARA YANG TELAH MEREKA HANCURKAN

SADAR DAN BANGKIT HAI GENERASI MUDA PENERUS BANGSA PAPUA
DIPUNDAK KITALAH TANGGUNG JAWAB UNTUK ITU
JANGAN BIARKAN PENJAJAH BERKUASA DIATAS DUKA KEHILANGAN
SAUDARA-SAUDARA KITA YANG GUGUR KARENA PERJUANGAN.

Monday, April 29, 2013

Paduan Semangat

Suara malam, coba kurangkai
Paduan semangat saat kita bersama
Serasa mudah melihat kedepan
Bahkan waktu yang lama itu terasa dekat
Bagai kemarin baru terjadi

Paduan semangat sedari dulu
Kita terlahir didalam jiwa itu
Bahkan demi harga diri
Kita terus berjuang dan berkorban

Untuk mereka yang telah memulai
Untuk mereka yang telah dibunuh
Untuk mereka yang telah dipenjara
Kita yang meneruskan......

Sejarah dasarmu, berpijak
Mereka merampas, Harus kau lawan
Jangan berdiam, yakinlah 
Tidak ada yang sia-sia
Kita pasti menggapai masa itu

Padukan langkah, satukan semangat
Bersama kebenaran sejarah
Bintang Kejora akan berkibar.
Untuk selamanya.

By. Phaul Heger
@As Kms April 2013
Free West Papua

Monday, April 15, 2013

Karena Aku Bukan Budak

Bintang tak lagi menghiasi malam
Bahkan rembulan seakan menghilang
Bersembunyi entah dimana
Gelap mencekam malam membisu

Suara bising, jangkrik malam hilang ditelan kesunyian
Suara gemersik dedaunpun bahkan tak terdengar
Suara hembusan malam serasa terhenti
Seiring duka yang terasa, luka yang terjadi
Diatas  tanah yang kaya penuh derita

Sampai kapan cerita kelam ini terus berlangsung
Sampai kapan terbius dalam angan merdeka
Sedangkan nyata masih terbelenggu
Tak sudi ditiri karena aku bukan budak
Tak sudi dijajah karena aku bukan budak

Namun semua itu pasti berlalu
Waktu tak berhenti hanya disini
Masih dan masih, ada dan akan terus ada
Langkah dan semangat perjuangan tetap ada
walau terkekang sang penjajah

Kuyakin disuatu saat nanti.......
Bintangku pasti akan nampak
Mentariku pasti akan bersinar
Bintang kejoraku pasti akan berkibar
Mentariku pasti akan bersinar
Bila nanti saatnya tiba sinari alam kebebasan negeriku
Negara Papua Yang Merdeka.

By. Phaul Heger
@Maguwo April 2013

Ritual Bathin

Demi sebuah Harga Diri dan Kehormatan,

kelasku kugantung

Bukupun tertutup rapat

terasa berat beban sejarah yang harus dipikul

Air mata kering terasa pahit tersimpan dalam dadaku

Terdengar alunan seruling tulang belulang

Dendangkan Nyanyian Jiwa”Hai Tanahku Papua”

Membuat tak bisa berhenti berpikir,walau sebentar,

yang di hutan mengembara tak perna lelah

walau hanya dengan Panah dan Tombak

demi Tanah Perjanjian TUHANnya

Tenggelam dalam lembah sejarah

kutelusuri dimana kesalahan bangsaku hingga harus begini,

Mohon ampun ya Tuhan,Allah Maha Pencipta

Bangsa Papua atas segala dosa bangsaku

Jangan berpaling dari kami

datanglah hari ini

Urapi berkat-Mu

dan datanglah menjadi Raja atas tanah dan bangsa kami

 By  Telius Yikwa

Sunday, April 14, 2013

Kemanakah Ayahku pergi?

Petang sepi, aku bisik mama
Mengapa aku hidup tanpa Ayah?
Mungkinkah aku tinggalkan sanak-saudaraku?

Kemana Ayahku pergi?
Dimana saudara-saudaraku berada?
Siapa yang memangil mereka?
Siapa yang membawa mereka?
Siapa yang menjemputnya?
Bukankah Pemuda Wantara/Papua?
Bukankah Pemudi Wantara/Papua?

Oh…anakku sayang,
anakku manis,
Anakuku yang kucintai
Jangan kau bimbang hatimu….
Jangan kau ragukan jiwamu…
Asal kau genggamkan jejaknya,
jadikan pahlawanmu.

 By  Telius Yikwa

(Perempuan, Tanah Papua)

Jika aku punya tangan,
Ingin kutampar para pemotong serat – serat tubuhku,
Ingin kugampar para penambang daging dan darahku,
Ingin kutinju wajah para penjual dan penggadaiku


Sayang seribu sayang,
Aku tak punya tangan,
Tak bisa ‘lap, tumbu dalam muka, tampeleng, pilang’ mereka.

Jika aku punya kaki,
Ingin kuberanjak sekian kilometer dari posisi tidurku,
Agar mereka yang selalu bicara manis demi dapatkan tubuhku,
Terdiam dan sadar bahwa aku tak menginginkan mereka.

Sayang seribu sayang,
Aku tak punya kaki,
Hingga masih saja ‘dapa paku’ dan ‘dapa kurung’ dalam penjara kasat mata.

Jika aku punya pinggul,
Ingin kugoyangkan dengan keras,
Menghempas tangan – tangan kotor itu,
Kala mereka menggerayangiku.

Sayang seribu sayang,
Aku tak punya pinggul,
Hingga kuku – kuku penuh kuman itu tertancap mulus; Merobek kulit.

Jika aku punya gigi,
Ingin kumakan para penjilat yang menjual keperawananku,
Ingin kumamah pedagang – pedagang tubuh dan selaput dara;
Ingin kucabik para pembual politik.

Sayang seribu sayang,
Aku tak punya gigi,
Hingga bibir dan lidahku terus dikulum mereka.

TAPI …

Aku masih punya mata,
Untuk melihat kebuasan dan kebrutalan mereka di tubuhku.

Aku masih punya jantung,
Untuk memompa darah cinta ini ke seluruh sel tubuhku yang terperkosa.

Aku masih punya hati,
Untuk menyaring racun –racun kepahitan hidup.

Aku masih punya telinga,
Untuk mendengarkan jeritan lapar bocah – bocah dusun sagu.

Aku masih punya otak,
Untuk menerjemahkan persepsi inderaku tentang penderitaan.

Aku masih punya hidung,
Untuk mengendus tubuh – tubuh penuh kuman kekerasan dan keserakahan.

Aku masih punya lidah,
Untuk mengecap nafsu, ketamakan, cinta diri sendiri, kerakusan dalam cumbuan hangat.

Dan aku …

Perempuan tanpa tangan, kaki, pinggul dan gigi ini

Masih punya S-U-A-R-A!!!

Untuk bicara, menjawab, bertanya, menjerit, memaki, menyumpah, melengking, tertawa, berteriak, menyapa, dan bilang, “Stop tipu sa suda!!!”

Karena Aku Papua



Di Copas dari : Phoniks.Palit

Sunday, April 7, 2013

Teruslah Melangkah


Hidup yang tak memihak,  
hari demi hari semakin berat
Kenyataan menjadi pahit tak lagi seperti buaian mimpi yang indah
Kita melangkah walau serasa masih ditempat kita berpijak
Kita melangkah walau kaki masih terasa berat

Ini jalan kita, ini masa kita
Tak harus mundur saat badai terpaan datang
Tak harus menghindar bila ditantang arus global
Kita tetap melangkah

Ayunkan langkahmu selangkah demi selangkah
Menapaki keras dan berliku jalan ini
Jangan pudar saat langkahmu terantuk
Tetaplah pada pijakan seirama, maju dan maju

Detik menit waktu berganti
Ditiap helaan napas kehidupan
Rotasi putaran waktu tetap bersama
Hingga menggapai  cita-citamu.


By. Phaul Heger
@Maguwo 2013

Sunday, March 17, 2013

Buatmu Kawan Sejalur!

Adalah sebuah dinamika harafiah,
ketika rasa curiga semakin menggeliat di dalam kalbu yang merona,
tatkalah Nafsu marasuki jiwa yang lugu lagi tak berparas,
sesungguhnya hentakan langkah makin tersendat
di dalam kebingungan yang selalu membelenggu.

Kawan!
Kita masih di jalur yg sama,
kebahagiaan adalah semu di dlm jalur ini, rasa pilu, perih pedih adalah sahabat sejati, ketika dunia semakin bengis tanpa resah menggerogoti Pulau bak Permasyuri.

Kawan!
Kami tetap satu, satu dalam kata LAWAN,
di bawah bendera merah Panji kebesaran dalam slogan REVOLUSI
 "Kita harus............ Mengakhiri".
Nyanyian sunyi pelipur lara,
duka menggebu bercampur haru,
deru berlinang airmata, jalan-jalan sontak redup,
nyanyian Pilu meredang utuh, Papua Kian sunyi.

Kawan!
Dunia tak seluas Daun kelor,
beribu jalan menanti tujuanpun hendak di gapai,
disana di situ tempat kita bergirang riang,
Entah kapan,saat itu kan segera datang...
Kita tetap satu!

Kawan!
Ijinkan aku titipkan cerita disini,
aku ingin jadi bagian terpenting dalam sejarah ini.

Akhirnya kita kan berjumpa di sana tempat mimpi kita bersanding, disitulah surga.
Salam Revolusi.

By.
Kawan sejalur.
Jend. WIM ALOM

-------------------------------

Thursday, March 7, 2013

Coretan Malam di Sudut Kota Kolonial.

Muramnya negeri ini
Lihatlah, jangan hanya satu sisi
Lihatlah, jangan di barat tetapi timur juga
Mungkin suara itu hanya samar
Terdengar sesaat kemudian reda
Itu bagimu tetapi tidak bagi kami ditimur

Dipaksa sejak saat itu 1963
Harus bersama setengah abad
Namun tak sejalan bahkan tak seirama
Ibarat lirik lagu tak berirama
Bagimu terdengar merdu tetapi sumbang ditelinga kami


Dibarat persoalan partai
Ditimur persoalan harga diri
Dibarat demokrasi penuh sensasi
Ditimur demokrasi dibungkam
Memang antara barat dan timur
akan selalu ada perbedaan

Walau perbedaan itu indah dan
nampak menyatukan tetapi tak selamanya.
Sudah waktunya bagi negeriku Papua 

Untuk mandiri, mengambil sikap

Merdeka dan berdaulat diatas tanah airnya.


By. Phaul Heger
@Renungan Malam di Sudut Kota Kolonial.



Sepi, Menanti

Aku disini dalam dekapan harap
Aku disini menanti dalam cemas
Hadirmu yang ku ingin disini
Temani aku dalam perjalanan ini

Biarkan waktu berlalu tetapi kau tetap disini
Menemani dalam kesepian
Biar tak ada lagi ada sedih,
kecemasan terganti
Satu cinta untukmu,
dan hanya untukmu


Dari ruang rindu ku sapa dirimu
Menanti dan berharap hadirmu
ku tunggu dan ku nanti kau disini  

By. Phaul Heger

Saturday, February 23, 2013

DI PUNDAKMU -TPN

Dalam rimba mereka melangkah
Dalam Semangat mereka berjalan
Tiada lelah walau masa berganti
Tahun Berlalu jiwa merdeka tetap ada

Tak perduli pada penjajah
Hanya satu yang ada didalam hati
Berjuang dan Berjuang Untuk merebut 
Kemerdekaan Sejati Bagi Bangsa Dan Negara

Naik dan turun medan yang berat
Langkah tak terhenti tetap berlanjut
Meski hadangan aparat selalu ada
Mereka dianggap pengacau
Mereka  dianggap separatis

Demi harga diri sebagai bangsa berdaulat
Tiada ada kata menyerah untuk mundur
Tetap maju, bersama semangat perlawanan
Doa rakyat bangsamu selalu  menyertai

Dipundakmu Tentara Pertahanan Nasional
Negara ini kau bela dan pertahankan
Demi masa depan generasi 
Demi masa jaya kemerdekaan sejati
Kami, Orang Papua Merdeka
Akan setia bersama sampai Bendera Bintang Kejora
Berkibar selamanya di
Atas tanah air West Papua.

By. Phaul Heger
@Maguwo
22 Februari 2013

Saturday, January 26, 2013

Untuk Cintaku


Kau Yang Memahamiku
Kau telah memberi yang terbaik
Bukti cinta yang tak kurang
Bahkan kasih semakin bertambah
Inikah cinta tulus nan suci darimu


Memang ku akui aku terkadang lalai
Memang ku akui sering  lukai perasaanmu
Memang cintaku tak nyata dalam pandangan
Memang cintaku tak nyata dalam ucapan

Tapi tulus dalam diam aku mencintaimu
Cinta bukan untuk dibilang juga dikata
Cintaku terpatri dalam hatimu, didalam dirimu
Dan hanya dirimu yang dapat memahamiku
Seutuh dan tulusnya cinta dan kasih kita yang terjalin.


By. Phaul Heger
Kamar Sepi @Maguwo
23 Januari 2013

Thursday, January 24, 2013

Renungan Malam

Irama kota riuh bergema

mulai berganti sepi membisu

Suara malam datang menghiasi,

gelap malam tanpa bayang

Terlintas dalam benak,

hal yang telah terlewati

Pagi, siang dan untuk malam ini

Ditepian pembaringan…….

Renungkan sejenak besarnya kasih Tuhan

Atas nafas hidup ditiap helaan.

Tuhan Terima Kasih atas semua penyertaan-MU


@PhaulHeger
23 Januari 2013

Thursday, January 17, 2013

Motherland Papua

ketika aku disitu
tak ada rasa apapun...
rasa ini hadir ketika aku pergi
rasa ini semakin terasa tak kala kau jauh dariku
betapa resah tak terkira
saat kudengar engkau semakin dihiasi
saat engkau semakin di mahkotai
sehingga engkau semakin cantik
semoga kita dapat bersua kembali
kau yang selalu membuatku
merasa rindu..........
motherland Papua

Tuesday, January 15, 2013

Hari Yang Berlalu

Hari  yang berlalu, tinggallah cerita
Masa berganti tinggal kenangan
Suka bagian terlupakan
Duka bagian terpahit diingat

Memory lama akan terkenang
jika masih didalam genggaman sang pencabut nyawa
sampai kapan akan terbiarkan..............

Akankah kita menunggu 
Akankah kita biarkan derita
Akankah kita hanya menonton ?

Semoga...........

By. Phaul Heger
@Maguwo Januari 2012



Aku Tak Akan Berdiam

"Aku tak akan berdiam"

Aku tak mampu membendung rasa
Jiwaku bergelora, darahku mendidih
Tak cukupkah kau nodai dengan cara kejimu
Membungkam suara perlawanan

Aku tak akan berdiam
Selama jiwa masih menyatu didalam raga
akan ku tuntut kau dengan caraku

Mungkin kau akan tertawa diatas penderitaanku
Mungkin kau merasa dapat mematikanku
Mungkin kau bersenandung diatas bait lukaku
Namun kau harus sadar, ragaku mati tetapi jiwaku akan hidup

Dalam jiwa yang hidup akan tetap bersuara 
Bersuara untuk menuntut... dan menuntut
Penjara tak dapat membungkam
Senjata tak dapat meredam
Semangat itu menyatu didalam jiwa dan raga
kemerdekaan itu mengalir didalam darah
dan sampai kapanpun
Papua Merdeka, Papua Merdeka dan Merdeka!
Hingga akhir merdeka.

By. Phaul Heger
@Maguwo 24-12-2012